Jumat, 15 Mei 2009

Antonie Van Leeuwenhoek

Antonie Van Leeuwenhoek
Si Jenius Pelopor Mikroskop Modern
Oleh :
Sinta Sasika Novel
Mahasiswa Biologi FMIPA-UNPAD

Thonius Philips van Leeuwenhoek yang lebih dikenal dengan nama Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723). Sejak umur 16 tahun Leeuwenhoek sudah tertarik dengan lensa, hidupnya difokuskan pada dunia lensa. Tidak sedikit bidang-bidang yang berhubungan dengan dunia lensa dan cermin Leeuwenhoek kerjakan, dengan pekerjaan dan pengalaman yang didapatkan Leeuwenhoek tertarik untuk membuat suatu alat yang dia ciptakan untuk mencapai imajinasinya mengenai makhluk yang berukuran kecil. Leeuwenhoek mengasah lensa dan membuat mikroskop.
Mikroskop berasal dari bahasa Yunani micron = kecil dan scopos = tujuan Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan mikroskop merupakan alat optik yang dapat digunakan untuk mengamati suatu obyek baik itu materi ataupun organisme yang berukuran kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Mikroskop adalah salah satu instrumen yang sangat penting dalam dunia mikrobiologi. Dengan menggunakan mikroskop akan diperoleh suatu pembesaran yang memungkinkan mikroba dengan ukuran yang sangat kecil dapat dilihat.
Leeuwenhoek berasal dari keluarga cukup berada namun ia tidak mendapatkan pendidikan formal disekolah yang cukup. Selesai sekolah dasar di Belanda tepatnya di kota Delft, ia dan keluarga pindah ke Amsterdam dan bekerja paruh waktu menjadi pembuat dan penjual bahan pakaian. Tahun 1654, ia kembali ke kota kelahirannya dan membuat usaha pakaiannya sendiri. Lensa yang dibuat oleh Leeuwenhoek pada saat itu digunakan oleh para pedagang kain untuk melihat kualitas kain. Ia kemudian mengembangkan kemampuannya dalam bidang mengasah lensa.
Tahun 1671, Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop sederhana. Mikroskop tersebut memiliki dua lensa kecil yang dibuatnya sendiri dengan menggerinda sebiah bola kaca dan ekmudian dipasang pada sebuah pegangan kuningan. Selama hidupnya Leeuwenhoek membuat lebih dari 250 buah mikroskop, masing-masing terdiri dari lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak. Kekuatan perbesaran tertinggi adalah 200 sampai 300 kali, hampir sama dengan mikroskop majemuk yang menggunakan dua lensa atau lebih.


Tanggal 9 Juni 1675, Leeuwenhoek menulis dalam buku hariannya “Mengumpulkan air hujan didalam cawan” dilanjutkan tanggal 10 Juni 1975 “Sambil mengamati air tersebut aku berkhayal bahwa aku menemukan makhluk-makhluk hidup, namun karena amat sedikitnya serta tidak dapat dilihat dengan mudah, maka hal ini tak dapat ku terima sebagai hal yang benar”. Tanggal 11 Juni 1967, ia kembali pada pengamatannya dan mencatat “Tak ada pikiranku bahwa akan tampak makhluk hidup, tetapi setelah itu kuamatai maka dengan penuh kagum aku melihat seribu makhluk hidup dalam setes air. Animalku itu merupakan jenis terkecil yang pernah kulihat sampai kini”. Dia membuat gambar-gambar bakteri (nama yang kemudian menyusul) yang ditemukannya dalam air hujan, air liur, suspense tartar, dan suspense lain. Leeuwenhoek membuat sketsa bentuk-bentuk sel bakteri seperti bentuk bola (Coccus), silindris atau batang (Bacillus), dan spiral (spirillum).
Leeuwenhoek menuangkan pengamatannya dalam sebuah surat yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabatnya di Royal Society of London dan French Academy of Sciences (lembaga ilmu pengetahuan di London dan Perancis).


Selama sisa hidupnya, Leeuwenhoek terus berusaha membuat lensa baru dan meningkatkan kemampuannya. Ia telah menulis lebih dari 200 surat ke Royal Society of London yang berisi laporan-laporan tentang kemajuan penyelidikannya. Ia pernah menulis tentang bagaimana cara dia menyinari benda yang diamati dan sampai sekarang teknik penyinaran yang digunakannya masih menjadi misteri. Menjelang kematiannya, ia mewariskan 26 mikroskop ke Royal Society of London dan beberapa diantaranya masih tersimpan di sejumlah musemum di Inggris sampai sekarang (dari berbagai sumber).

1 komentar: