Jumat, 15 Mei 2009

Kanker Serviks dan HPV

Virus HPV Penyebab Kutil dan Kanker Serviks
Sinta Sasika Novel

Siapa yang tak kenal dengan manusia akar yang baru-baru ini dibicarakan publik? Kulit yang berubah seperti akar pohon itu sebenarnya adalah kutil yang berkembang menjadi besar sehingga terlihat seperti akar. Banyak yang pernah mengalami kutil baik itu dijari tangan dan kaki. Kutil sebenarnya disebabkan oleh virus yang bernama Human Papilloma Virus atau yang lebih dikenal dengan virus HPV.

HPV merupakan virus DNA yang memiliki hampir 200 tipe, berdasarkan karsinogenitasnya, HPV terbagi ke dalam dua kelompok besar yaitu high-risk HPV (hr-HPV atau HPV beresiko tinggi) dan low-risk HPV (lr-HPV atau HPV beresiko rendah). HPV beresiko rendah adalah kelompok virus yang menyebabkan kutil, baik itu kutil pada permukaan kulit ataupun kutil pada kulit kelamin. Sedangkan HPV beresiko tinggi adalah penyebab kanker serviks atau leher rahim.

Jenis HPV jenis HPV beresiko rendah diantaranya HPV-2, HPV-3, HPV-6, HPV-7, HPV-10, HPV-11, HPV-13, HPV-32, HPV-40, HPV-42, HPV-44, dan HPV-57. Sedangkan beresiko tinggi diantaranya HPV-16, HPV-18, HPV-31, HPV-33, HPV-35, HPV-39, HPV-45, HPV-50, HPV-51, HPV-53, HPV-55, HPV-56, HPV-58, HPV-59, HPV-64, dan HPV-68.
Kanker serviks atau dikenal dengan kanker leher rahim merupakan salah satu penyebab utama kematian wanita yang berhubungan dengan kanker. Setiap tahunnya di dunia lebih kurang terjadi 500.000 kasus kanker serviks dan separuh diantaranya tidak tertolong terutama di negara berkembang, seperti Indonesia. Pada tahun 2002 di Amerika selatan angka kejadian kanker serviks di Amerika Selatan mencapai 68,3%, Afrika mencapai 59,1%, Amerika utara mencapai 80,1%, Asia 67,1%, dan Eropa 67,8%. Di Inggris dalam waktu 3 tahun, infeksi HPV pada wanita rentang umur 15-19 tahun meningkat dari 44% menjadi 60%. Di Brazil infeksi HPV pada wanita meningkat dari 11% menjadi 23,6% dalam kurun waktu 18 bulan. Di Cina, penderita kanker serviks meningkat dari 4,77% (tahun 1990-1999) menjadi 11,75% (tahun 2000-2007) dan tahun 2008 menjadi 23,8%. Tahun 2008 angka kanker serviks di Filipina sekitar 20,4%, Jepang sekitar 11,8%, India sekitar 11,8%, Korea sekitar 11,6%, dan Vietnam sekitar 8,9%.
Di Indonesia sendiri, jumlah wanita penderita kanker serviks mencapai angka 32.500 jiwa atau sekitar 0,05% dari 65.000.000 jiwa. Di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, frekuensi kanker serviks sekitar 76,2% diantara kanker ginekologi lainnya. Pada tahun 2005, kanker serviks menjadi jenis kanker terbanyak pertama pada wanita dengan jumlah penderita 3.686 jiwa atau sekitar 17.85% melebihi angka kanker payudara dengan jumlah penderita 2.617 jiwa atau sekitar 12.67%. Setiap hari ditemukan 41 kasus baru dan 20 kematian akibat kanker serviks. Diperkirakan 40.000 kasus baru kanker serviks ditemukan setiap tahunnya.
Gambar sebelah kiri menunjukan permukaan serviks yang belum terinfeksi HPV sedangkan gambar sebelah kanan menunjukan serviks yang telah terinfeksi HPV yang menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal yang disebut displasia, displasia inilah yang dapat berkembang menjadi kanker. Kanker serviks berasal dari 90% sel squamosa yang melapisi serviks dan 10% berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju uterus. Sel yang terinfeksi HPV menyebabkan metabolisme selnya menjadi tidak normal sehingga menyebabkan perubahan terhadap sel-sel serviks menjadi sel-sel yang abnormal. Para dokter menyebut sel abnormal tersebut sebagai pra-kanker sedangkan perubahan awal pra-kanker pada permukaan sel disebut displasia.
Kanker serviks adalah jenis kanker yang telah diketahui protein karsinogennya yaitu protein E6 dan E7. Gen E6 dan E7 merupakan vektor pembawa protein karsinogen dari HPV oleh karena itu sesungguhnya kanker serviks dapat diatasi dengan pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer yaitu pencegahan infeksi HPV melalui vaksinasi, sedangkan pencegahan sekunder adalah pencegahan melalui deteksi dini yang dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya Pap Smear, kolposkopi, pendeteksian dengan teknik PCR, dan Hybrid Capture II.
HPV ditularkan melalui aktivitas seksual baik itu genital ke genital, oral-genital, atau mekanik-genital. Beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan virus ini mudah untuk menginfeksi kita dan berkembang menjadi kanker diantaranya : melakukan aktivitas seksual usia dini, aktivitas seksual melalui anal, sering berganti-ganti pasangan seksual, pernah dan sering menderita infeksi di daerah kelamin, kebiasaan merokok dua kali lipat lebih besar untuk mengalami kanker serviks, melahirkan banyak anak, penggunaan alat kontrasepsi oral, faktor nutrisi rendah, imunitas rendah, koinfeksi dengan virus HIV, dan defisiensi vitamin A,C,E.

1 komentar:

  1. Hei kawan-kawan lihat blog aku ya terus di komentarin okay

    thax

    BalasHapus